Zawa Hello Ramadhan
Blog ini
Di-link Dari Sini
Web
Blog ini
Di-link Dari Sini
Web
Get your own LED Scroller!
profile
Arin Raditya
arinraditya
arinraditya profile
arinraditya Jangan pernah nyakitin pacar loe = http://arinraditya.wordp... 20 hours ago reply
arinraditya profile
arinraditya Kalimat2 yg indah ttg cinta = http://arinraditya.wordp... yesterday reply
arinraditya profile
arinraditya Mau lihat posting blog terbaru = http://www.arinraditya.c... yesterday reply
arinraditya profile
Sampai saat ini aku masih bingung kenapa orang memilih untuk menghianati pasangannya dengan selingkuh. Ya.. Memang hidup ini sebuah pilihan tetapi kenapa? Kenapa? Kenapa? Hal tersebut dipilih. Seperti tulisan ku tahun lalu, selingkuh merupakan suatu ketidakadilan. Maksudnya, ketika kamu memberikan secara utuh perasaan cinta kamu tetapi pasangan mu justru membaginya menjadi dua atau lebih karena orang yang dilibatkan dalam urusan hatinya tidak cuma kamu. Apa itu adil? Aku rasa sangat tidak adil.
Apa penyebabnya adalah karena masalah psikologis atau penyimpangan kepribadian atau faktor keturunan atau hanya ingin memacu adrenalin atau kecanduan seks (seperti Tiger Woods) atau alasan lain yang lebih menakutkan lagi.
Apa penyebabnya karena aku dibesarkan dalam lingkungan yang sangat straight dalam urusan cinta. Maksudnya ketika kamu mencintai seseorang, setia lah pada orang tersebut. Maksud yang lebih dalam lagi adalah aku tak kan pernah selingkuh sebab aku akan malu terhadap ayah ku karena dia tidak pernah menjadikan ibu ku yang kedua.
Tapi tahu kan kamu akan hukum timbal balik seperti ajaran Islam. Hukum karma yang diajarkan dalam agama Budha, yang diperjelas dengan pernyataan bahwa diri kita adalah akibat dari apa yang sudah kita lakukan. Atau kata seorang pemikir hukum yakni Hugo Grotius dalam salah satu idenya tentang adanya hukum alam. Apa mereka tidak berfikir sampai sejauh itu? Dunia telah banyak memberikan bukti dan kenyataan kan tentang buruknya sebuah perselingkuhan. Kenapa mereka tetap memilih pilihan untuk berselingkuh?
Minggu, 28 Februari 2010
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar